Remajakan Cinta Karena Allah

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakaatuh

Hai, Sisterfillah. Apa kabar hari ini? Jangan lupa untuk awali harimu dengan Basmallah dan senyuman termanis ya.

Kata orang bijak, harimu akan lebih indah jika diawali dengan doa dan senyuman. Yuk senyum dulu.

Sisterfillah yang disayangi Allah Swt.

Diantara fase kehidupan manusia, pernikahan adalah sebuah fase kehidupan yang panjang bagi seorang manusia.  Pernikahan merupakan penyatuan dua karakter yang berbeda, pasangan kita adalah sosok asing yang hadir dalam hidup kita. Ia orang lain yang masuk dalam kehidupan pribadi kita. Maka sudah pasti akan banyak penyesuaian dari segi karakter, sikap dan kebiasaan.

Menyatukan dua karakter yang berbeda bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan kesabaran dan keikhlasan dalam prosesnya tercipta ketenangan dan kenyamanan.

Sudah berapa dalamkah kita mengenal pasangan? Setahun dua tahun atau berapa puluh tahun ?

Sesungguhnya kita dituntut untuk terus mempelajari dan belajar memahami siapa dan bagaimana pasangan kita. Tidak peduli kita baru saja menikah, atau sudah memiliki anak dan cucu.

Jika ada rasa lelah dan bosan di dalam bahtera ini, segera remajakan cinta hanya karena Allah sebelum banyak datang godaan godaan yang akan menggoncangnya.

Bagaimana caranya meremajakan cinta kepada pasangan hanya karena Allah Swt?

keluarga samawa

Mari kita simak beberapa tips agar rumah tangga kita tetap sakinah dan bahagia walaupun telah lebih sepuluh tahun umurnya berikut ini.

Tips Remajakan Cinta pada Pasangan karena Allah Swt

1. Ingat selalu niat awal saat memutuskan untuk menikah dengannya

Menikah untuk mencari ridho Allah. Ingat terus bahwa niat kita menikah untuk bisa saling membahagiakan.

Tidak dipungkiri bahwa semua orang pasti mencintai pasangannya.  Apalagi di awal-awal  pernikahan rasa cinta sedang hangat-hangatnya. Namun seiring berjalannya waktu dan kesibukan rasa cinta itu semakin memudar. Bahkan tidak jarang perselingkuhan terjadi karena kebosanan yang muncul setelah biduk rumah tangga berjalan sekian lama. Naudzubillah min dzaalik

Agar rasa cinta itu tidak pergi, mari remajakan terus niat kita. Ingat selalu bahwa  menikah adalah  sebagai ibadah untuk mengharap ridho Allah. Bukan karena urusan biologis semata. Niatkan sungguh-sungguh bahwa kita akan mencintai dan membahagiakan pasangan kita sampai kapanpun dan bagaimanapun keadaanya.

Innamal a’malu binniyat

Sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung pada niatnya

2. Janganlah kita biarkan hari-hari berlalu dengan hambar tanpa dirasuki oleh cinta dan kemesraan

Karena kesibukan dan pekerjaan rumah tangga terkadang kita cuek dan sibuk sendiri tanpa memperhatikan pasangan kita. Tanpa tidak kita sadari, ia telah jauh dari kita.  Akibatnya rumah tangga menjadi hambar tanpa cinta dan kemesraan.

Mencari waktu untuk sekedar bisa berduaan juga sangat perlu. Atau saat santai membuka-buka album foto pernikahan. Bercerita untuk mengulang memori-memori indah yang pernah dilalui bersama.

Dan seringlah mengucapkan kata cinta walaupun kelihatannya sepele namun akan memasuki alam bawah sadar kita bahwa kita benar-benar mencintai pasangan kita.

Sudahkah Sisterfillah mengatakan cinta hari ini pada pasangan?

Ana Uhibbuka Fillah

Saya mencintaimu karena Allah Swt

3. Janganlah selalu mengulang-ulang permintaan ketika pasangan kita tidak menginginkannya

Tidak semua orang suka didesak dan diminta. Ketika pasangan kita tidak menginginkan dan mengabulkan permintaan kita. Maka pahamlah dan bersabarlah, sesungguhnya ia tidak ingin didesak.

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Siapakah wanita yang paling baik?

Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.

(HR. An-Nasai, no. 3231; Ahmad, 2: 251)

4. Jangan mengungkit-ungkit percekcokan dan kesedihan yang pernah terjadi

Pertengkaran dalam rumah tangga pasti terjadi, karena sesungguhnya tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Namun ketika pertengkaran itu telah usai dan rumah tangga telah hangat kembali, jangan lagi diungkit percekcokan dan kesedihan yang pernah terjadi karena itu akan membuat luka lama berdarah kembali. Yang lalu biarlah berlalu. Meskipun terkadang bagi wanita itu sulit, tapi kamu pasti bisa, Sisterfillah.

5. Selalu tersenyum ketika berhadapan dengan pasangan kta

Senyum adalah ibadah, semakin banyak kita tersenyum maka semakin banyak kita menabung pahala. Ketika kita tersenyum masalahpun akan terasa lebih ringan. Apalagi dengan pasangan kita, hilangkanlah wajah cemberut dan kesal agar pasangan  kita akan semakin sayang dan cinta kepada  kita.

Sisterfillah sudah senyum hari ini pada pasangan?

6. Ketika pasangan kita marah hendaklah kita menjadi air untuk mendinginkannya

Marah adalah sifat manusiawi, semua orang pasti pernah merasakan marah dan kesal. Karena tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Namun ketika pasangan kita sedang marah. Berusahalah kita menjadi air untuk mendinginkannya jangan justru kita menambah rasa kesalnya. Sehingga ia menjadi tenang dan nyaman ketika bersama kita.

Baca disini : 7 Cara Mengelola Amarah

7. Hargailah pasangan dengan mendengarkan kata-katanya. Jangan membodohinya walahpun pendidikannya di bawah kita.

Ingatlah ketika ijab qobul telah diucapan maka suami adalah raja bagi kita. Hormatlah …!

Hargailah pasangan kita apa dan bagaimanapun ia, karena kita sesungguhnya diciptakan untuk melengkapi segala kekurangan dan kelebihannya. Ketika ijab qobul telah terucap maka hakikatnya ia adalah raja yang harus selalu kita hormati.

Sesungguhnya surga istri di bawah ridho suaminya.

8. Selalu berkomunikasi dengan baik

Jangan ciptakan kebisuan dalam rumah tangga. Karena pasangan bukanlah boneka yang hanya menjadi pajangan dalam rumah kita.

Pasangan kita adalah tempat kita berkeluh kesah dan menceritakan masalah. Ketika ada masalah, maka bercerita dan mengadulah kepada pasangan kita. Jangan hanya diam dan membisu.

Dalamnya laut bisa diukur namun dalam hati manusia tiada yang tahu. Maka ketika kita tidak bercerita otomatis pasangan kita tidak pernah tahu apa yang ada dalam hati kita.

Jadi jangan ciptakan kebisuan dalam rumah tangga karena hanya akan menjadi awal kehambaran dan ketidak harmonisan dalam rumah kita.

Sisterfillah yang dirahmati Allah Swt.

Demikianlah beberapa tips agar rumah tangga dan pernikahan kita selalu sakinah dan bahagia. Secara teori memang sepertinya mudah namun sungguh berat untuk dilaksanakan kalau tidak kita niatkan. Karena banyaknya kendala dan hambatan baik yang datang dari dalam rumah tangga ataupun dari luar.

Namun apabila kita selalu berpegang dengan ajaran agama dan meniatkan pernikahan adalah ibadah karena Allah, semoga Allah mudahkan usaha kita untuk menjadikan rumah tangga kita sebagai ladang pahala.

Ingatlah, kita para wanita muslimah ini telah dijanjikan pintu surga jika kita taat pada suami yang sholeh.

Jika seorang wanita selalu menjaga salat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ‘Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka’.”

(HR. Ahmad, 1: 191; Ibnu Hibban, 9: 471)

Mari sebarkan aura positif dalam rumah kita, mari kita remajakan cinta  pada pasangan hanya karena Allah Swt.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like