Hujan adalah Berkah dan Rahmat. Kok Bisa?

hujan istimewa
“Allahumma shayyiban nafi’an.”
Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat

Assalamualaikum, Sisterfillah

Masih sering turun hujan di kotamu? Banyak-banyaklah bersyukur jika hujan turun membasahi bumi. Kenapa?

Karena banyak keistimewaan dari turunnya hujan yang harus diketahui dan dipahami oleh umat muslim. Apa sajakah itu? Kita cek yuk satu persatu.

Keistimewaan Hujan

Hujan sebagai berkah

Didalam Al-Qur’an terdapat ungkapan bahwa hujan adalah berkah.

Dalam surat Al -Qaaf ayat 9 yang berbunyi:

“Dan kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang di ketam”.

Sisterfillah, ketahuilah banyak orang di luar sana yang sangat menunggu-nunggu turunnya hujan. Mengapa demikian? Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa karena kekeringan, bisa juga karena persediaan air di daerah tersebut tidak mencukupi.

Hujan memiliki banyak manfaat

Hujan adalah fenomena alam yang diturunkan oleh Allah SWT. Tentu ada tujuannya Allah menurunkan hujan di bumi ini.

Apa sih kira-kira manfaat diturunkan hujan ke bumi, Sisterfillah?

1. Sebagai pembersih 

Dalam surat Al-Furqan ayat 48 yang berbunyi: 

“Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira, dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). Kami turunkan air yang amat bersih dari langit”.

Air hujan adalah air yang amat sangat bersih yang turun dari langit. Air hujan sebagai pembersih dan pembasmi kotoran terbaik yang mampu mensterilkan bumi yang tercemar.

2. Air hujan menyucikan diri

“Ingatlah ketika dia menjadikan kamu mengantuk sebagai ketentraman dari-Nya dan Allah menurunkan hujan dari langit kepada kalian untuk menyucikan kalian dengan hujan itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari kalian, juga untuk menguatkan hati kalian dan memperteguh telapak kaki kalian”.

Sisterfillah, air hujan bagi umat muslim berguna untuk menyucikan diri atau berwudhu.

3. Sebagai sumber kehidupan

Dalam surat Al- Mursalaat ayat 27 yang berbunyi:

“Dan kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan

Kami beri minum kamu dengan air yang tawar”.

Air merupakan sumber kehidupan untuk kebutuhan hidup manusia dan makhuk di bumi. Tanpa air semua tidak bisa hidup.

Dalam surat An-Nahl ayat 10 yang berbunyi:

“Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya)kamu mengembalakan ternakmu”.

Dalam ayat tersebut kita jangan meragukan  lagi bahwa hujan adalah bukti Kuasa dan Kebesaran-Nya.

Hujan Sebagai Rahmat

Muthirnaa bifadhlillahi wa rahmatihi.”

Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya.

(HR Bukhari)

  1. Hujan adalah Rahmat

Hujan adalah salah satu bukti Berkah dan Rahmat Allah SWT turun. Maka dari itu kita di anjurkan untuk berdoa.

Saat turun hujan umat muslim di anjurkan berdoa yang baik-baik, salah satu doanya

“Allahumma shayyiban nafi’an.”

“Ya Allah turunkan kepada kami hujan yang bermanfaat”

Mengapa kita dianjurkan berdoa?

Karena pada waktu itu Rahmat Allah turun, di mana merupakan waktu yang mustajab berdoa dan akan diperkenankan-Nya doa-doa yang naik ke langit.

Ini caranya melangitkan doa.

Sisterfillah, Rasullah SAW ketika hujan mensyukurinya dan menjadikannya kesempatan terbaik untuk memanjatkan doa.

Imam Syafi’i telah meriwayatkan

“Carilah doa yang dikabulkan, yaitu ketika bertemunya dua pasukan, waktu ikamah, serta ketika turunnya hujan”

Dari Imam an-Nawawi juga mengatakan

Doa pada saat hujan tidak ditolak atau jarang ditolak karena pada saat itu tengah turun rahmat, khususnya curahan hujan pertama di awal musim.

Perhatikan adab-adab berdoa agar doamu segera diijabah Allah

2. Pertanda keseimbangan alam

Allah menciptakan alam sebagai pengingat bahwa alam semesta diciptakan dengan penuh keseimbangan. Termasuk juga hujan turun sesuai dengan kadar perhitungan-Nya.

Dalam surat Az-Zukhruf ayat 11 yang berbunyi:

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)”.

Kalaulah kita lihat sekarang sering terjadi banjir, tanah longsor serta kerusakan lainnya, tidak lain itu karena akibat dari ulah tangan-tangan manusia itu sendiri.

Allahumma hawalaina wala ‘alaina. Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari.”

Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.

(HR Bukhari Muslim)

Jadi sudah bisa dipahami dan diingat-ingat terus ya, Sisterfillah.

Bahwa mulai sekarang, jangan lupa berdoa saat turun hujan. Semua ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt dan  sebagai upaya memohon perlindungan agar hujan yang Allah turunkan ini tidak membahayakan hidup kita.

Dan di waktu yang mustajab ini Insya Allah doa-doa kita akan dikabulkan oleh Allah Swt.

Semoga Allah memperkenankan doa kita semua. Aamiin.

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Ketika Hijab Sekedar Tren

Sejak kemunculan Oki Setiana Dewi pada film Ketika Cinta Bertasbih di tahun 2009, fenomena hijab semakin booming. Peluang…
Read More

Remajakan Cinta Karena Allah

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakaatuh Hai, Sisterfillah. Apa kabar hari ini? Jangan lupa untuk awali harimu dengan Basmallah dan senyuman…