7 Tips Menggapai Kembali Hati Suami

Assalamu’alaikum, Sisterfillah,

Bersyukur atas karunia kebersamaan bisa dilakukan dengan banyak cara. Bisa dengan mengungkapkan cinta secara langsung, menunjukkan kasih sayang dengan perbuatan, atau menampilkan kesungguhan dengan pengorbanan dan perhatian tulus.

Tidak sedikit sekarang ini, pasangan-pasangan yang mulai tidak saling dekat di hati, kendati mereka saling dekat di sisi. Sungguh hal ini sebenarnya adalah petaka dalam hubungan rumah tangga.

Kedekatan antara suami istri tidak serta merta ada dan menetap sepanjang hayat. Kesibukan di ranah masing-masing yang hampir tanpa jeda mengikis sedikit demi sedikit kasih sayang, yang pada awalnya melimpah ruah menjadi gersang.

Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menggapai kembali hati suami?

Sisterfillah, menghadapi kondisi semacam rasa dalam hati yang nyaris memudar, sebagai istri tentu kita tidak boleh tinggal diam. Pasrah pada takdir pun bukan pilihan bijak.

Setidaknya, kita harus mengambil peran agar kemesraan saat awal pernikahan tidak hilang tergerus zaman. Hati suami yang bagai bukan lagi milik kita harus harus kembali seperti sedia kala. Bagaimana tipsnya?

1. Terima Semua Kekurangannya

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima semua kekurangan suami terlebih dahulu, baru kemudian akan tumbuh rasa sayang, meski pernikahan telah berbilang tahun.

Sikap dan perkataan kita yang tulus menerima apa adanya akan terlihat oleh mata batinnya. Lambat laun, dia akan melakukan hal yang sama. Insyaallah.

2. Memaafkan Kesalahannya

Memaafkan kesalahan dan kekhilafan suami, terlebih yang menyakitkan hati, bukan hal yang mudah.

Kita sering kali menyimpan dendam dan menutup maaf, kendati telah berupaya melupakan.

Nah, jika ingin memperbaiki hubungan, Sisterfillah bisa sampaikan kekecewaan yang kita rasakan akibat perbuatan pasangan dengan cara yang santun.

Tunjukkan betapa kita ingin dia tidak mengulanginya lagi. Pastikan dia mengerti rasa sayang kita tidak berkurang, meski dirinya berbuat kesalahan.

Bila dia suami yang baik dan selalu ingin dekat dengan Allah, tentu akan berusaha tidak mengulang lagi kesalahannya itu.

3. Penuhi Keinginannya

Sebaiknya kita selalu memenuhi keinginannya sepanjang tidak melanggar syariat Allah.

Sungguh dalam setiap perintah suami itu ada keridaan Allah, karena rida Allah ada pada rida suami.

Taat pada perintah suami sama dengan berjihad di jalan Allah. Rasulullah pernah mendapat pertanyaan dari para wanita yang iri karena para laki-laki mendapat pahala jihad, mengapa perempuan tidak?

Beliau pun menjawab dengan tegas, bahwa menaati perintah suami sama pahalanya dengan jihad di jalan Allah. Suami salih yang ditaati istrinya tentu akan bertambah kecintaannya dan bertambah besar pula perhatiannya kepada istri.

4. Perbanyak Komunikasi

Tidak banyak yang memahami manfaat komunikasi dalam hubungan rumah tangga. Bicara hanya seperlunya, bicara saat ada yang penting dan mendesak saja, tentu bukan hal yang baik untuk melanggengkan sebuah hubungan, bukan?

Oleh karena itu, Sisterfillah harus memahami makna hubungan bersama pasangan.

Bahwasannya, hubungan bersama pasangan itu harus sering dipupuk, yakni suami istri harus saling dekat dan banyak berkomunikasi dalam banyak hal, terlebih bila sudah ada anak. Maka, komunikasi menjadi sesuatu yang diprioritaskan. Bukan sebaliknya, kita malah mengurangi komunikasi.

Istri salihah seharusnya berinisatif melakukan komunikasi dengan suami kapan pun dan di mana pun, meskipun tidak sedang berpisah jarak yang jauh.

5. Perhatikan Kegemarannya

Sisterfillah, kita sebaiknya tidak lalai dan abai dengan kegemaran suami, bahkan sampai hal yang kecil sekalipun. Mulai soal pilihan makanan, rasa masakan, warna pakaian, kebiasaan harian, hingga hal-hal penting lain dalam kesehariannya.

Sebagai istri, kitalah yang harus pertama kali paham kegemaran suami, bukan orang lain.

6. Jauhi Segala Hal yang Dibencinya

Hal-hal apa saja yang dibenci suami sebisa mungkin  kita tidak melakukan atau mendekatinya.

Mungkin ini akan berat, tetapi demi kebersamaan dan demi terjaganya hubungan baik, kita harus berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibencinya.

7. Niatkan Semua karena Allah

Yang paling utama dari semua upaya itu adalah senantisa meniatkan semua karena Allah semata.

Allahlah puncak tujuan kita, tempat kita berharap segala yang terbaik dalam hidup kita. Tetaplah berbuat baik, Sisterfillah, terutama kepada suami.

“Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Demikian tujuh tips menggapai kembali hati suami. Jangan lelah dan bosan berusaha karena Allah akan menyertai setiap hamba-Nya yang berbuat kebajikan.

Tetaplah bersabar bila belum berhasil. Kelak akan ada saatnya Allah membuka pintu hati suami dan membuatnya menghargai upaya kita. Yuk, semangat Sisterfillah!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like