7 Adab Bertetangga Dalam Islam Supaya Hidup Aman Damai Bahagia

Assalamu’alaikum Sisterfillah

Tetangga adalah orang yang berada di sekitar rumah kita. Merekalah orang-orang yang mencium bau masakan kita, mereka juga yang mendengar tawa dan tangis kita. Maka, hendaknya kita hidup rukun dengan mereka.

Namun, dalam kenyataan seringkali kita abai dengan kehidupan tetangga. Kita hanya peduli terhadap saudara yang jauh tempatnya. Seperti memberi makanan kepada saudara sementara tetangga di samping rumah justru tidak kita beri. Padahal, kalau kita berteriak minta tolong, tetanggalah yang akan pertama kali datang.

Agama Islam telah mengatur hubungan interaksi manusia, baik dengan sesama muslim maupun dengan non muslim. Sebagai mahkluk sosial, kita tidak bisa hidup sendiri. Untuk bisa tetap hidup kita membutuhkan orang lain. Dalam surat An Nisa ayat 36, Allah SWT berfirman,

“Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.”

Adab bertetangga

Dalam hadist lain Rasulullah menggambarkan akan arti pentingnya hidup bertangga dengan berpesan,

“Jibril terus menerus berwasiat kepadaku(untuk berbuat baik) terhadap tetangga, hingga aku yakin ia(seorang tetangga) akan mewariskan harta kepadanya(tetangganya).”

(HR. Bukhari-Muslim)

Supaya bisa rukun dan nyaman dengan tetangga, maka perlu diperhatikan apa yang perlu dilakukan dan yang tidak perlu. 

7 Adab Bertetangga Dalam Islam supaya hidup rukun:

  1. Saling bertegur sapa dengan memberi salam dan tersenyum

    Ketika bertemu dengan tetangga segeralah mengucapkan salam. Jika tetangga bukan seorang muslim sapa mereka dengan sapaan yang baik. Orang yang memberi salam lebih dahulu tentunya lebih baik ahklaknya dari pada yang tidak memberi salam.

    Jangan lupa untuk tersenyum saat berpapasan dengan para tetangga. Sisterfillah sudah tahu kan 7 manfaat tersenyum bagi kesehatan?

    Jarir bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anhu berkata,

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum“.

  2. Berbela sungkawa ketika ada tetangga yang tertimpa musibah.

    Tidak ada seorang pun yang ingin tertimba musibah. Tentu setiap orang ingin hidupnya bahagia selalu. Namun, yang namanya musibah bisa datang kapan saja. Sehingga, jika ada tetangga yang mendapat musibah, maka datangilah untuk menguatkan dan memberi mereka semangat untuk menjalani hidup.

  3. Hindari berbicara terlalu lama

    Saling menyapa memang baik. Namun, jika tanpa keperluan pasti berbicara terlalu lama dengan tetangga akan tidak baik ujungnya. Karena bisa dipastikan berakhir pada ghibah atau membicara kan orang lain.

  4. Ikut bergembira saat tetangga mendapatkan kebahagian atau rejeki dan jangan iri

    Ucapkan selamat kepada tetangga yang memperoleh kebahagian seperti bisa membeli sepeda montor atau mobil. Tidak perlu iri dengan pencapaian mereka. Berdoa saja supaya kita juga bisa membeli barang seperti mereka.

  5. Tidak banyak bertanya

    Tanyalah seperlunya dan sewajarnya saja. Tidak perlu mendetil seperti seorang polisi yang menyelidiki kasus. Bisa jadi dengan terlalu banyak bertanya, tetangga akan merasa tidak nyaman.

    Misalnya kita bertanya,”Mau kemana?” Tetangga menjawab, “Ke rumah ibu.” Kita tidak perlu menambahi pertanyaan ada keperluan apa ke sana dan lain sebagainya.

    Ucapakan saja ,”Hati-hati!” itu sudah cukup.

  6. Menjenguk tetangga ketika ada yang sakit.

    Sakit adalah pengingat kita betapa berharganya kesehatan. Jika ada tetangga yang sakit, jenguklah mereka. Tanyakan pada mereka apa yang dirasakan. Bisa jadi kita tahu tentang soluso pengobatan yang dibutuhkan.
  7. Bersikap toleran dengan tetangga

    Hindari perbuatan yang membuat tidak nyaman dalam bertetangga seperti memutar musik yang terlalu keras sehingga mengganggu istirahat tetangga, membuang sampah di pekarang tetangga. Berteriak dan memaki yang kasar. Serta perbuatan-perbuatan lain yang menyakiti tetangga

Oya, akan lebih baik jika Sisterfillah juga memahami  Adab Bertamu dalam Islam

Sisterfillah, meskipun adab-adab diatas sudah kita jalankan, tetapi terkadang dari tetangga sendiri yang membuat kita kesal dengan perbuatan mereka. Ya, dimaklumi saja namanya sifat manusia berbeda-beda. Jika, masih dalam tahap wajar biarkan saja. Tetapi, jika sudah keterlaluan ada baiknya ditegur dengan cara halus. Yang terpenting, kita telah menjadi tetangga yang baik bagi orang-orang di sekitar kita.

Kebahagian muslim

7 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Remajakan Cinta Karena Allah

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakaatuh Hai, Sisterfillah. Apa kabar hari ini? Jangan lupa untuk awali harimu dengan Basmallah dan senyuman…
Read More

Poligami, Musibah Atau Solusi

Penulis : Rahayu Asda Sebenarnya ini bukan kapasitas saya untuk bertutur seputar poligami, tapi dari kemarin di beranda…