Ini 16 Tradisi Unik Bulan Ramadan Yang Hanya Terjadi Di Indonesia, Bikin Kangen Mudik!

Assalammualaikum, Sisterfillah

Bagaimana bulan ramadan tahun ini? Meski masa pandemi covid 19 belum berakhir, ramadan tahun ini tetaplah istimewa, ya.

Terbukti Euforia dalam rangka menyambut bulan suci yang penuh berkah terasa bergemuruh di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia.

Dan tahukah, jika masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam tradisi unik dalam menyambut datangnya bulan ramadan?

16 Tradisi Unik di Bulan Ramadan yang Hanya Terjadi di Indonesia

Keunikan beragam tradisi tersebut karena Indonesia mayoritas terbesar penduduknya adalah beragama Islam dan memiliki berbagai suku dan kebudayaan dari Sabang sampai Merauke. Maka tak heran jika mereka memiliki cara tersendiri dalam menjalankan tradisi bulan ramadan.

Yuk, kita simak tradisi unik dalam menyambut bulan ramadan yang membuat kita kangen pulang kampung dan juga menjadi hal yang menarik untuk para wisatawan.

1. Meugang dari Nanggroe Aceh Darussalam

Makmeugang atau Meugang adalah tradisi membeli sapi atau kerbau, memasak serta menyantapnya secara bersama tanpa membeda-bedakan status sosial.

Tradisi ini sudah ada sejak 400 tahun lalu dan merupakan warisan tradisi turun temurun. Jika ada masyarakat miskin yang tidak mampu membelinya, maka kepala desanya akan mengumpulkan uang dari sumbangan sukarela dari warga yang mampu, sehingga semua warga miskin juga bisa merasakan makan daging.

2. Malamang dari Sumatera Barat

Malamang adalah memasak lemang. Lemang adalah penganan khas yang terbuat dari beras ketan putih dan santan menggunakan buluh bambu beralaskan daun pisang kemudian memanggangnya.

Ini berkaitan dengan ajaran Syekh Burhanuddin, seorang ulama berasal dari Pariaman. Dalam melakukan tradisi malamang biasanya saling bergotong royong dengan pembagian tugas mencari bambu, kayu bakar, menyiapkan bahan-bahan, dan lainnya.

3. Balimau dari Sumatera Barat

Balimau merupakan tradisi unik Minangkabau lainnya, yaitu mandi menggunakan jeruk nipis.

Masyarakat yang biasanya melakukannya tinggal pada kawasan yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian.

4. Ziarah Kubro dari Sumatera Selatan

Ziarah kubro adalah ziarah kubur ke makam, masjid, dan para wali penyebar agama Islam. Seperti mengunjungi makam para ulama serta pendiri kesultanan Palembang Darussalam, masyarakat melakukannya secara bersama-sama  jalan beriringan dalam jumlah besar dari satu tempat ke tempat lainnya.

4. Jalur Pacu, Riau

Masyarakat akan beramai-ramai menuju sungai untuk melihat perlombaan dayung. Dan mengakhirinya dengan tradisi mandi bersuci menjelang matahari terbenam.

6. Nyorog, Jakarta

Lazimnya yang melakukan tradisi Nyorog ini dari keluarga yang usianya lebih muda, berkunjung membagikan bingkisan kepada anggota keluarga atau tetangga yang usianya lebih tua. Isinya bisa berupa sembako atau makanan siap saji.

7. Munggahan, Jawa Barat

Munggahan adalah momen berkumpul bersama orang-orang terdekat dan saling meminta maaf sebelum seminggu atau dua minggu bulan puasa.

8. Nyadran, Jawa Tengah

Nyadran merupakan tradisi ziarah kubur, tabur bunga, melakukan besik pembersihan makam, dan dengan makan bersama.

9. Dugderan, Jawa Tengah

Tradisi masyarakat Semarang telah ada sejak 1882 sampai sekarang, dulu tradisi menabuh bedug dan membunyikan meriam ini bertujuan sebagai penentuan awal puasa ramadan.

Sekarang Dugderan sudah semacam pesta rakyat tahunan dalam rangka menyambut ramadan. Mainan khas yang selalu ada dalam festival ini yaitu warak ngendok.

10. Dandangan, Jawa Tengah

Tradisi ini sudah ada sejak zaman Sunan Kudus 400 tahun yang lalu. Masyarakat Kudus dan sekitarnya akan menghadiri pasar malam yang banyak menjual alat rumah tangga.

11. Padusan, Jawa Tengah / Yogjakarta

Padusan adalah tradisi membersihkan diri balik secara lahir dan batin dalam rangka menyambut datangnya ramadan, masyarakat yang wilayahnya mempunyai sumber mata air alami yang di sebut umbul, seperti Klaten, Boyolali yang seringnya melakukan tradisi ini.

Sedangkan untuk daerah Yogjakarta, tradisi ini sejak era Hamengkubuwono I, biasanya Kraton yang menentukan tempatnya, masyarakat akan mendatangi kolam-kolam masjid atau sumber mata air tersebut. . Namun, sejak telah terjadi pergeseran budaya, padusan tidak lagi hanya sebagai pembersihan fisik, namun lebih kepada pembersihan rohani di rumah masing-masing.

12. Perlon Unggahan, Jawa Timur

Bedanya Perlon Unggahan dengan ziarah kubur lainnya adalah masyarakat Banyumas akan mengawali dengan ziarah ke makam Bonokeling, para ziarah harus melepaskan alas kaki sambil menjinjing nasi ambeng.

13. Megengan, Jawa Timur

Tradisi memakan kue apem sebagai bentuk mensucikan diri, apem pelafalan katanya mirip dengan kata “afwan” yang berarti maaf.

Sebelum memakan kue apem biasanya melakukan tahlilan untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal.  Tradisi ini dilakukan di alun-alun pasar Demak dengan di bukanya pasar Tiban.

14. Megibung, Bali

Meskipun mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, masyarakat muslim Bali, Karangasem mengadakan tradisi jamuan makan bersama yang pesertanya mulai dari empat sampai tujuh orang.

Tradisi ini sudah ada sejak abad 17, dan umat Hindu pun ikut serta mengadakannya. Tradisi ini sebagai bentuk toleransi antar umat beragama.

 15. Suro’Baca, Sulawesi Selatan

Masyarakat Bugis melakukan silaturahmi dan makan bersama secara turun temurun, sejak akhir Syakban sampai awal Ramadan

16. Festival Ela-Ela, Ternate

Masyarakat Ternate melakukan festival menyambut malam Lailatul Qadr ini dengan acara salat bersama di Kedaton kesultanan Ternate, setelah itu berjalan bersama membawa obor,

Tujuan menyalakan api obor ini sebagai bentuk menyambut turunnya malaikat dari surga, selain menyalakan obor juga melakukan pembakaran resin agar udara sekitar menjadi harum.

Sesungguhnya masih banyak lagi keanekaragamaan yang ada di Indonesia. Keanekaragaman ini menjadi tradisi yang akan selalu membuat sisterfillah merindukan kampung halaman.

Semoga kita semua mendapatkan nikmat kesehatan dan uang berlebih agar bisa berkumpul bersama orang-orang tercinta dalam bulan Ramadan nanti.

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like