Betulkah Sabar Itu Ada Batasnya?

Assalamualaikum, Sisterfillah

Seringkali kita mendengar kalimat yang berbunyi “kesabaran saya sudah habis”, atau “sabar juga ada batasnya”. Serta kalimat lain yang sejenis.

Sesungguhnya, apakah benar bahwa kesabaran itu memang ada batasnya? Bukankah seharusnya ketika sudah bersabar, maka tiada kan pernah berbatas lagi?

Yuk, mari kita coba telaah lagi.

Pengertian Sabar

Disadur dari wikipedia.org bahwa sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar ini juga merupakan kemampuan mengendalikan diri yang mencerminkan kekokohan jiwa pemiliknya.

Maka semakin tinggi rasa sabar pada diri seseorang semakin baik dan positif seseorang tersebut dalam memaknai sesuatu.

Orang Yang Sabar Itu…

Orang yang sabar itu adalah orang yang mampu menahan dirinya untuk tetap bertahan kepada keimanannya, terlebih ketika ia ditimpa suatu ujian dari Allah.

Sisterfillah, seperti yang kita tahu bahwa semua manusia pasti diuji tergantung bagaimana kita menyikapinya. Bersabar ataukah marah?

Orang yang mampu bersabar di atas segala ujian pastilah imannya kuat. Iman seseorang berbanding lurus dengan kemampuannya bersabar. Semakin tinggi imannya pada Allah semakin sabarlah ia dalam menghadapi segala bentuk ujian.

Hal ini dikarenakan ia yakin bahwa Allah tidak akan pernah memberikan ujian di luar batas kemampuan kita. Bukan begitu, sisterfillah?

Sebagaimana yang termaktub dalam firman Allah:

Jelas Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan memberi ujian di luar batas kesanggupannya.

Di ayat lain pun Allah juga menyebutkan bahwa

“Setelah kesulitan pasti ada kemudahan”

Baca juga kisah Bu Sabar yang Sabar

Sabar Dalam Ujian

Sikap sabar ini pun ada di berbagai kondisi. Sabar yang cukup sulit adalah sabar ketika ditimpa musibah atau ujian dari Allah. Jika ujian terasa cukup ringan, mudah saja dijalani. Namun pada musibah yang cukup berat, pastilah untuk bersabar pun terasa berat.

Hingga terkadang muncullah kalimat “ini sudah sampai di ujung batas kesabaran ku”.

Hal ini sungguh tidaklah etis.

Sedangkan Allah memerintahkan kita untuk bersabar. Sabar yang tiada ujungnya. Karena jika kita mampu melewatinya dengan kesabaran yang penuh, insya Allah Allah akan memberikan senyum dan anugerah yang lebih besar daripada ujian itu sendiri.

Q.S. Az-Zumar ayat 10

Ketika Sabar Ada Batasnya

tentang sabar

Sisterfillah, setiap dari kita pasti akan mengalami musibah atau ujian. Ujian ini bisa mengalami kekurangan maupun kelebihan rezeki, ujian pada anak, pasangan, keluarga, maupun lingkungan.

Setiap manusia pasti mempunyai masalah. Hanya tingkat masalahnya saja yang berbeda-beda. Tingkat penyelesaian nya pun berbeda.

Ujian kelapangan maupun sempit hendaknya diterima dengan lapang dada. Tetap bersabar atas segala ketetapan dari Allah.

Ketika diuji kelapangan rezeki, tetap bersabar dan bersyukur. Niscaya Allah tetapkan keadaan tersebut untuk diri kita. Tidak akan Allah cabut nikmat yang telah diberikan.

Ketika diuji rezeki yang sempit, maka tetaplah bersabar. Sabar tanpa batas, dan tetap  bersyukur. Ingatlah bahwa jika kita mampu mensyukuri nikmat yang kecil maka Allah akan tambahkan nikmatNya.

Jadilah pribadi yang mampu bersabar dalam setiap keadaan. Niscaya Allah akan tambahkan kenikmatan.

Baca juga Langitkan doa dengan Teknik Scripting

Wahai sisterfillah…

sabar

Percayalah bahwa kita semua mampu menjadi pribadi yang bersabar. Yang menjadikan sabar dan syukur sebagai kunci atas segala keadaan. Yang menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong dari setiap masalah. Dari segala ujian yang mendera. Hingga suatu saat Allah akan memberikan anugerah yang teramat besar. Hadiah dari Allah atas kesabaran kita yang tak berbatas.

 

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like