Langitkan Doa dengan Teknik Scripting

Assalamu’alaikum, Sisterfillah

Kecewa tidak sih kalau kita menginginkan sesatu tapi tidak kunjung tercapai? Sudah berusaha kesana kemari, mencoba dengan cara ini dan itu tapi belum terwujud juga. Berdoa pun sudah dilakukan tanpa henti, tapi tak kunjung berhasil juga.

Bahkan ada juga yang sudah mencoba mempraktekkan berbagai teknik seperti kata para motivator. Semacam teknik ala dream maping, dimana kita dengan penuh rasa percaya dan berusaha memvisualisasikan secara berulang mengenai hal apa yang kita inginkan, eh tapi belum terwujud juga.

Akhirnya kita kecewa dengan keadaan, menyalahkan orang lain bahkan kecewa pada Allah. Merasa sudah bekerja keras tapi tidak juga tercapai.

Stop!

Jangan diteruskan!

Jangan teruskan rasa kecewanya, apalagi prasangka buruk pada Allah. Coba kita introspeksi diri saja yuk!

Tahu kah Sisterfillah?

Terkadang kita terlalu sombong dengan mendewakan ikhtiar, merasa diri mampu mencapai sesuatu dan ketika tercapai terbesit lah dalam hati bahwa semua ini adalah karena kerja keras dari diri kita sendiri.

Hati-hati!

Bisa jadi itu syirik kecil. Padahal tanpa daya dan kekuatan dari Nya kita tidak bisa apa-apa.

Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah

Yuk, sama-sama istighfar.

Sadari diri banyak kesalahan yang mungkin membuat keinginan kita belum juga terwujud. Atau terlalu banyak dosa dan maksiat yang kita perbuat sehingga Allah enggan untuk memberikan apa yang kita inginkan.

Bisa jadi juga kita yang belum pantas menerimanya.

cara berdoa

Lalu apa yang harus Sisterfillah lakukan agar doa-doa kita didengar Allah?

Adakah yang salah dengan cara berdoa dan usaha kita yang menyebabkan Allah tidak ridho?

Bisa jadi!

Mungkin saja karena kita terlalu berharap doa itu segera terwujud, terlaku mendikte Allah kapan dan dengan cara bagaimana doa kita terkabul. Padahal hal tersebut sama sekali bukan wilayah kita.

Its oke, mungkin kita sudah pernah merengek beberapa kali misalnya dengan terus meminta hal tersebut dalam doa di setiap harinya. Tidak ada yang salah memang dengan hal tersebut. Tapi mungkin saja Allah tidak suka dengan cara kita .

Tentunya telah banyak yang  pernah mengalami hal ini, bahkan tidak cuma satu kali. Mari kita coba dengan melakukan perubahan pola dalam berdoa.

Bagaimana jika kita Langitkan Doa dengan Teknik Scripting?

Apa itu Langitkan Doa dengan Teknik Scripting?

Situs screenwriting.info mengartikan “script” sebagai sebuah dokumen yang merincikan setiap aural, visual, behavioral, dan elemen lingual yang diperlukan untuk menggambarkan sebuah bayangan secara detail.

Ketika menginginkan sesuatu, hal pertama yang dilakukan adalah menulis apa yang diinginkan. Rincikan dengan detail apa yang kita inginkan. Visualnya, waktunya, tempatnya, bentuknya, tujuannya dan apapun itu hingga semua terasa jelas. Kemudian bawalah ke dalam doa, meminta hanya kepada Allah.

Lalu apa yang perlu dilakukan setelah itu?

Nah ini point yang penting!

Kebanyakan manusia terlalu berharap doanya segera terkabul, ketika sudah berdoa terus tapi tak kunjung terkabul, ia mulai ragu. Keraguan inilah yang membuat hati kita terpeleset sehingga berprasangka bahwa Allah tidak memberi apa yang kita minta.

Padahal kalau kita yakini, bahwa Allah pasti akan mengabulkan apa yang kita minta sebagaimana ayat dalam Al Qur’an berikut.

Sumber : Google

Lalu bagaimana cara yang lebih tepat?

Setelah berdoa, LUPAKAN!

Ya, berlatih untuk melupakan doa yang sudah Sisterfillah panjatkan. Dengan Sisterfillah melupakannya, itu sudah melatih hati kita untuk memasrahkan segala balasannya hanya pada Allah.

Sering kali cara ini justru malah membuat doa itu cepat terwujud. Tidak perlu lagi dibuka catatan list doa yang sudah ditulis. Ketika suatu saat doa itu terkabul dan Sisterfillah melihat catatan list doa yang telah lalu, Sisterfillah akan merasa sangat kagum dengan ke Maha Besaran Allah.

Dengan caranya yang begitu ajaib dan di luar nalar, dalam hati kita akan bergumam,

“Kok bisa semudah ini doa kita terwujud. Tidak disangka!”

Masya Allah Tabarakallah

Sisterfillah siap mencoba?

Tugas kita adalah berikhtiar, Allah lah penentu segalanya

Bismillah dan biidznillah, ya Sisterfillah.

 

2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like