Penting! Ini 5 Adab Bertetangga yang Wajib Sisterfillah Tahu

adab bertetangga dalam islam

 

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)

Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa lepas dari bertetangga. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa tetangga adalah saudara terdekat. Jika sesuatu hal buruk terjadi, pasti tetangga yang pertama kali kita butuhkan. Di manapun kita tinggal, sudah seharusnya menjaga hubungan harmonis dengan tetangga.

Yang dikatakan tetangga adalah 40 rumah di depannya, 40 rumah di belakangnya, 40 rumah di sebelah kanan, 40 rumah di sebelah kiri.

(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam kitabnya At-Tahmid: 21/42)

Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin telah mengatur adab bertetangga, agar senantiasa terjalin kerukunan antar tetangga. Berikut adab bertetangga yang wajib diketahui:

Baca Juga : Adab Berteman dalam Islam

1. Selalu Berbuat Baik dan Jangan Sombong

Berbuat baik kepada tetangga itu di antaranya adalah turut bergembira saat tetangga mendapatkan suatu nikmat, ikut berbela sungkawa dan sedih saat tetangga mengalami musibah, jangan dibalik!

2. Mendahulukan yang Dekat

Imam Abu Dawud Rahimahulloh berkata:

Telah menceritakan kepada kami, Musaddad bin Musarhad dan Sa’id bin Manshur bahwa Al Harits bin ‘Ubaid menceritakan kepada merekadari Abu Imran Al Jauni dari Thalhah dari ‘Aisyah Rodhiallahu ‘anha, ia berkata: Aku bertanya, wahai Rosululloh, aku mempunyai dua tetangga, siapa di antara mereka yang harus aku dahulukan (untuk berbuat baik). Beliau menjawab: Tetangga yang pintu rumahnya paling dekat denganmu

(HR Abu Dawud dan Bukhori).

3. Memelihara Hak Tetangga

Di antara hak tetangga adalah dijenguk jika sakit, mengantar jenazah, tidak menghalangi bangunan rumah tetangga, terhindar dari gangguan kita, bersedekah. Dengan senantiasa memelihara hak tetangga, maka ketentraman dan kenyamanan bisa dirasakan bersama.

4. Tidak Memutus Tali Silaturrahim

Manusia tempatnya khilaf dan dosa, tetapi bukan malaikat yang senantiasa suci, dan bukan pula setan yang keji. Maka wajar, jika sesekali salah paham. Yang harus dijaga bersama adalah, jangan sampai kesalahan menjauhkan kita bahkan sampai tidak saling bertegur sapa, na’udzubillah.

5. Tidak Mengintip Saat Bertamu

Ini yang sering kali dilanggar oleh tetangga. Karena merasa sudah dekat, ketika bertamu main selonong saja masuk rumah. Hanya memberi salam ketika sudah melewati pintu, bahkan tak jarang salamnya terlupakan. Atau yang paling sering terjadi adalah, memberi salam sambil melongok ke jendela untuk memastikan penghuni rumah ada atau tidaknya.

Sisterfillah, jangan sampai melakukan hal ini, ya. Bahaya! Allah dan Rosul-Nya sudah mengingatkan kita untuk tidak melakukan hal demikian seperti hadits berikut:

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa mengintip rumahnya suatu kaum tanpa izin mereka, maka sungguh halal bagi kaum itu untuk menculek matanya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.”

“Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(QS. An-Nur 24: Ayat 27 & 28)

Hayo, siapa yang masih melakukan pelanggaran nomor lima?

Semoga tidak ada, ya. Yang pernah melakukannya, sekarang sudah tak perlu diulang karena sudah tahu adabnya. Jangan lupa untuk mengajarkan adab ini kepada siapapun, terutama orang-orang terdekat kita sejak sekarang, ya!

Wallahu a’lam bish showab.

Baca juga : Bukti Kebesaran Allah dari Seekor Kucing

*disarikan dari buku TUNTUNAN ADAB-ADAB SUNNAH RASULLAH UNTUK KEHIDUPAN SEHARI-HARI, Muhammad Al Islam.

2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Poligami, Musibah Atau Solusi

Penulis : Rahayu Asda Sebenarnya ini bukan kapasitas saya untuk bertutur seputar poligami, tapi dari kemarin di beranda…