7 Persiapan Seorang muslim di Bulan Sya’ban Dalam Rangka Menyambut Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum, Sisterfillah

Bulan Rajab 1442 Hijriyah telah berakhir. Selanjutnya umat Islam memasuki bulan Sya’ban 1442 Hijriyah yang jatuh pada 15 Maret 2021 kemarin. Nah, untuk menyambut bulan Sya’ban ini, apa yang sudah Sisterfillah siapkan?

Menilik Keistimewaan Bulan Sya’ban

Menurut hitungan kalender Hijriyah, bulan Sya’ban merupakan bulan ke-8 setelah bulan Rajab, serta menjadi bulan terakhir sebelum menyambut bulan suci Ramadan.

Pada bulan ini, umat Islam akan melakukan amalan, seperti puasa Nishfu Sya’ban di hari ke-15 bulan Sya’ban. Siapapun umat muslim yang mengamalkannya akan senantiasa mendapat pengampunan dari Allah SWT.

Tentang perintah puasa sunnah di bulan Sya’ban ini pun sudah ada dalil sahih yang menjelaskan, yakni:

Amalan di bulan sya'ban

Dari A’isyah RA, berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ “

“Terkadang Nabi SAW puasa beberapa hari sampai kami katakan: Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi SAW berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sisterfillah, memperbanyak puasa bulan Sya’ban selain sebagai ibadah, juga sebagai latihan menyambut bulan Ramadhan. Bukankah jika kita sudah terbiasa melakukan puasa di bulan ini, sehingga berpuasa di bulan Ramadhan akan terasa lebih ringan?

Ada keistimewaan lain di bulan ini yang bisa Sisterfillah amalkan, yakni beribadah di malam Nishfu Sya’ban.

Malam Nishfu Sya’ban akan jatuh dipertengahan bulan Sya’ban, tepatnya pada 28 Maret 2021. Malam ini merupakan malam istimewa karena pada malam Nishfu Sya’ban dikisahkan Aisyah melihat Rasulullah sujud lama sekali, sehingga malam Nishfu Sya’ban sebagai malam penuh ampunan bagi mereka yang mau bersujud, berdoa dan bertobat kepada Allah.

Anjuran tentang ibadah Nishfu Sya’ban ini telah diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Mahah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibbah:

“Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nishfu Syaban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak).”

Baca Juga : 5 Cara Mendatangkan Cinta Allah

7 Persiapan Umat Muslim di Bulan Sya’ban

Sisterfillah, sebagai seorang muslim selayaknya melakukan beberapa persiapan menuju bulan Ramadan, bukan? Persiapan tersebut bisa kita mulai amalkan di bulan Sya’ban ini.

1. Bertaubat dari Semua Dosa

Menyesali dosa-dosa yang telah lalu, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad tidak akan mengulanginya kembali pada masa yang akan datang.

2. Memperbanyak Doa

Sya’ban adalah bulan penuh berkah dan kebaikan. Perbanyaklah mengisi waktu dengan memperbanyak doa serta meminta dilimpahi kesehatan selalu oleh Allah agar bisa bertemu dengan bulan Ramadan.

3. Memperbanyak Melakukan puasa Sunnah

Ada beberapa puasa sunah yang dianjurkan di bulan Sya’ban : Puasa Senin-Kamis, puasa ayyamul bidh(tanggal 13,14 dan 15 Sya’ban), puasa Daud, atau puasa lebih banyak dari itu dari tanggal 1-28 Sya’ban.

4. Mengakrabkan diri Membaca Al-Qur’an

Doa bulan sya'ban

Selayaknya sebagai umat muslim harus melatih diri untuk rutin membaca Al-Qur’an. Sisterfillah bisa memulainya dengan satu juz per hari.

Dengan lebih sering mengakrabkan diri membaca Al-Qur’an sekaligus mengamalkannya akan membuat hati tenang dan damai, serta merasa dekat dengan Allah.

5. Melakukan Salat Lima Waktu Berjamaah di Masjid Terdekat

Pandemi tentu tidak akan mengurangi ketaqwaan kita di mata Allah. Kita bisa melakukan Salat Lima waktu berjamaah di masjid terdekat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini sangat diharapkan supaya Sisterfillah terbiasa berjamaah sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

Baca Juga : Berburu Pahala di Hari Jum’at

6. Mulai Meminimalkan Hal-Hal yang Membuat Lalai Mengerjakan Amal Salih

Sisterfillah, membiasakan sesuatu kebaikan bukan hal mudah. Yakinlah, ada  banyak tantangan yang dihadapi. Meski demikian, kita tidak boleh menjadikan hambatan tersebut untuk berhenti melakukan kebaikan.

Sisterfillah bisa mulai persiapan di bulan Sya’ban ini dengan meminimalkan hal-hal yang membuat lalai dari mengerjakan amal salih, seperti menggunakan sosial media, menonton TV, dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak membawa manfaat di akhirat.

7. Menyisihkan Pendapatan lebih banyak  untuk Sedekah

Kita tidak tahu kapan dan di mana ajal kematian akan menjemput. Mari kita manfaatkan waktu dan kesempatan yang ada untuk mulai membiasakan diri bersedekah.

Perintah bersedekah pun tidak ada patokan jumlah sedikit ataupun banyak. Yang terpenting adalah istiqomah dalam melakukannya.

Sisterfillah, kita patut bersyukur masih dipertemukan dengan bulan Sya’ban sehingga kita bisa memulai kebaikan untuk menyambut bulan ramadan bulan depan.

Semoga artikel di atas menjadi pengingat diri untuk terus berbenah sekaligus bisa dipraktikkan, ya, Sisterfillah.

 

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Berburu Pahala di Hari Jumat

Assalamuailaikum Sisterfillah Beberapa hadits Rasulullah saw telah meriwayatkan banyak kejadian-kejadian penting di hari Jumat.  Apa sajakah itu? Diriwayatkan…