Berdoa atau Berusaha Dulu? Mana yang Lebih Utama?

Assalamu’alaikum Sisterfillah.

Pernahkah Sisterfillah pusing dengan maraknya jualan online di era digital seperti sekarang? Pusing ingin membeli berbagai macam barang namun dananya terbatas? Atau pusing ingin ikut berjualan online tapi tidak ada modal?

Seiring berjalannya waktu, ada saatnya kita harus berani mengambil langkah untuk  memulai suatu usaha atau bisnis. Misal dengan berjualan hijab, busana muslim atau yang lainnya. Dan setelah dijalani, jangan terkejut jika  kita akan menemukan banyak  hal-hal  baru, baik yang menyenangkan ataupun tidak. Seperti customer yang cerewet, suplier yang tidak komunikatif, barang hilang pada saat pengiriman, rugi modal atau hal lainnya.

Bisa jadi Sisterfillah akan beranggapan bahwa untuk memulai suatu usaha di bidang A tidak semudah yang dibayangkan. Lalu beralihlah mencoba berjualan produk yang lain karena melihat si fulan laris jualan produk B, kita ikut jualan produk B. Ada lagi si fulan jualan produk C, kita ikut jualan produk C pula.

Tanpa disadari, akhirnya kita hanya ikut-ikutan saja dan kurang bersabar menjalani proses yang sudah ada sebelumnya.

Hingga di suatu titik, kita jenuh dan lelah karena merasa sudah berusaha dengan berbagai macam cara, namun tidak juga membuahkan hasil yang maksimal. Akhirnya kita pun menjadi kufur nikmat.

Naudzubillah Min Dzalik

Kami berlindung kepada Allah dari perkara itu.

Padahal sebenarnya banyak sekali hal yang patut kita syukuri dari awal berjalannya proses usaha tersebut. Bisa memiliki fasilitas untuk berjualan saja seharusnya sudah bisa membuat kita merasa sangat beruntung, mempunyai smartphone dan jaringan internetnya. Karena tidak semua orang bisa memiliki modal untuk memulai suatu bisnis.

Jika sudah merasa seperti itu, berusaha dengan segala macam cara namun belum juga membuahkan hasil, barulah kita mengadu kepada Sang Pencipta, berdoa lalu berpasrah kepada-Nya.

Sudah benarkah sikap kita? Yang dengan pedenya langsung bertindak mengandalkan kekuatan diri sendiri langsung action berjualan. Namun pada saat di tengah jalan banyak halang rintang, baru kita mengeluh dan mengadu kepada Allah Swt?

Hal tersebut sebenarnya tampak wajar, kita manusia mau mengeluh kepada siapa lagi jika bukan kepada Tuhan. Namun jika dihayati, yang kita lakukan tersebut bisa jadi sebuah kekhilafan.

Dimana letak khilafnya?

Yaitu saat memutuskan suatu hal tanpa memohon petunjuk Allah swt terlebih dahulu.

Kenapa kita tidak berdoa dulu, minta petunjuk sama Allah, jalan bisnis mana yang baik untuk kita dan pastinya baik menurut Allah?

Bukankah sebuah kepasrahan di awal adalah bentuk keberserahan diri total kepada Sang Pencipta atas segala apa yang akan kita lakukan?

Berbeda dengan pasrah begitu saja tanpa usaha sedikitpun, itu namanya malas, hehe

Masih ingatkah kita pada sebuah doa sederhana namun penuh makna, yaitu doa ketika hendak keluar rumah berikut :

Mari kita renungi bersama doa tersebut.

Kita pergi dulu dari rumah baru berdoa minta penjagaan atas tempat tinggal kita, atau kita berdoa dulu, berpasrah diri kepada Allah agar menjaga rumah kita, baru lalu kita pergi keluar rumah?

Tentunya yang kedua kan jawabannya?

Nah, inilah kekeliruan yang sering kita lakukan. Seperti salah satu pengalaman pribadi yang saya alami.

Kalau boleh sedikit bercerita. beberapa bulan lalu saya ingin sekali punya usaha frozen food. Namun waktu itu tidak ada modal sama sekali.

Hal pertama yang saya lakukan adalah berdoa dulu, bukan berusaha dulu.

Berdoa minta petunjuk sama Allah, kira-kira jenis usaha mana yang baik untuk saya dan baik menurut Allah. Apakah keinginan saya memiliki usaha frozen food akan diijabah oleh Allah?

Dengan berdoa dulu, kita benar-benar mengakui ketidakberdayaan kita sebagai manusia. Hanya Dia lah yang memiliki segala daya dan kemampuan untuk menggerakkan hal-hal apa saja yang menjadi keinginan kita hingga terwujud.

Setelah berdoa, saya lakukan pula ikhtiar langit dengan bersedekah. Namun sedekahnya di awal pagi atau di subuh hari, karena saya pernah bahwa setiap pagi ada dua malaikat yang mendoakan kebaikan untuk oran-orang yang gemar bersedekah di pagi hari, seperti yang disampaikan oleh hadist berikut :

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).(HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010).

Akhirnya tanpa disangka dan dari arah yang tak terduga, ada rezeki untuk membeli freezer dengan ukuran yang lumayan besar plus belanja aneka frozen food sebagai modal awal stok jualan.

Padahal sedekah subuh yang saya lakukan nilainya tidak seberapa dibandingkan dengan jenis usaha yang saya inginkan. Sedikit asal istiqomah, lebih disukai Allah.

Dan alhamdulillah sekarang usaha saya berjalan dengan lancar. Sampai detik ini pun saya masih kurang percaya bisa menjalankan usaha ini.

Karena saya sudah sering kali jika menginginkan sesuatu, dengan pedenya langsung action berusaha dulu tanpa bertanya dulu pada Allah. Dan ketika di tengah jalan kendala dan akhirnya menyerah, baru deh berdoa minta petunjuk.

Jadi ingat-ingat ya Sisterfillah.

Jika kita menginginkan sesuatu, yuk berdoa dulu sebelum berusaha. Lakukan ikhtiar langit dengan bersedekah dan pastinya diiringi dengan ikhtiar bumi lainnya yang bersifat teknis.

Insya Allah akan dimudahkan.

*Artikel ini merupakan kiriman kontributor sisterfillah.com. 
Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab pengirim. (MA1)
3 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like