Jalin Pertemanan Sehat Yuk. Berikut 5 Adab Bergaul dan Berteman dalam Islam. Nomor 2 Sering Dilupakan

adab berteman dalam islam
adab berteman dalam islam

Assalammu’alaikum, Sisterfillah!

Sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, pada akhirnya manusia membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupan. Dari interaksi tersebut, terjalinlah hubungan pertemanan dan persaudaraan, lalu tersambunglah tali silaturahmi.

Sisterfillah,

Islam mengajarkan kita bergaul dan berteman dengan adab atau cara yang sangat indah. Yang akan menjaga kita agar terhindar dari keributan dan percekcokan yang mungkin saja terjadi.

Lalu, apa saja yang harus kita perhatikan untuk menjalin pertemanan yang sehat?

Berikut 5 adab bergaul dan berteman dalam Islam yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

1. Memilih Teman yang Baik

Hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih teman adalah pilihlah teman yang baik. Teman yang baik akan kita temukan di lingkungan yang baik. Bergaul dengan teman yang baik akan membawa kita pada perbuatan yang baik.

Ibaratnya, jika kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka kita pun akan menjadi wangi. Sebaliknya, teman yang tidak baik akan membawa kita pada kemudharatan. Bukan tidak mungkin, kita akan terjerumus pada hal-hal negatif yang merugikan diri kita baik di dunia dan akhirat. Naudzubillah min dzalik.

Selain itu, pilihlah teman yang memiliki akhlak karena senantiasa akan mengajak pada kebaikan. Selain itu, bergaul dengan orang-orang yang memiliki akhlak yang baik akan mengingatkan kita untuk menjauhi kuburukan. Teman yang memiliki akhlak yang baik juga akan membawa kita pada kedamaian dan ketenangan.

2. Saling Menghormati Hak Teman

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

“Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.

1. Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya;

2. Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya;

3. Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya;

4. Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan alhamdulillah), maka doakanlah dia (dengan mengucapkan yarhamukallah);

5. Apabila dia sakit, jenguklah dia;

6. Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).”

(H.R. Muslim No. 2162)

Siterfillah,

ternyata dalam bergaul dengan sesama teman, ada 6 hak yang harus kita penuhi. Namun terkadang kita abai. Contohnya mulai dari hal yang paling sederhana tapi sering terlupa adalah mendoakannya ketika bersin.

Semoga setelah membaca ini, kita bisa lebih perduli lagi.

3. Tolong Menolong

Sebagai makhluk sosial, meski dengan status ekonomi yang mapan sekalipun, seorang manusia pasti akan membutuhkan manusia lainnya. Begitu pula dalam pergaulan dan pertemanan. Ketika teman datang meminta pertolongan (bukan untuk keburukan) dan kita mampu untuk menolongnya, maka kita harus mengulurkan tangan untuk membantunya. Bahkan, tanpa diminta, ketika kita tahu teman sedang membutuhkan pertolongan, alangkah baiknya jika kita langsung menolongnya.

4. Menutup Aib dan Menjaga Rahasia

Pernah mendengar sebuah hadist yang berbunyi:
“Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya.”

(H.R. Bukhari dan Muslim)

Masya Allah, betapa indahnya Islam yang selalu menuntun dan mengajarkan umatnya untuk tidak menceritakan aib orang lain, apalagi teman sendiri, sehingga membuat orang tersebut merasa buruk dan terhina.

Selain itu, kita juga harus bisa menjaga setiap rahasia yang diamanahkan kepada kita. Mengenai  baik dan buruknya teman agar tidak sampai menimbulkan fitnah.

5. Menjauhi Keburukan

Sesungguhnya keburukan itu datangnya dari setan, dan ketika sebuah hubungan pertemanan menjadi renggang, setan akan menjadi sangat bahagia karenanya. Untuk itu, sebaiknya dalam pertemanan sebaiknya menjauhi segala keburukan, seperti prangka buruk, iri hati, dengki, serta mencari kesalahan dan kekurangannya.

Sisterfillah, tidak ada manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan, begitu juga dalam pergaulan dan pertemanan. Dengan menerapkan 5 adab berteman di atas, diharapkan dapat meminimalisasi terjadinya perselisihan. Sehingga tercipta jalinan pertemanan hingga ke surga.

Menjadi sisterfillah, sahabat jannah.

2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Poligami, Musibah Atau Solusi

Penulis : Rahayu Asda Sebenarnya ini bukan kapasitas saya untuk bertutur seputar poligami, tapi dari kemarin di beranda…
Read More

Ketika Hijab Sekedar Tren

Sejak kemunculan Oki Setiana Dewi pada film Ketika Cinta Bertasbih di tahun 2009, fenomena hijab semakin booming. Peluang…