6 Hal yang Perlu Diperhatikan Seorang Muslimah Sebelum Memutuskan Pergi Ke Salon

sumber gambar: pinterest Assalammu’alaikum, Sisterfillah!

Menjadi kodrat seorang perempuan muslimah untuk tampil cantik dan menarik secara fisik. Bahkan, sudah menjadi kebutuhan dan keharusan, baik yang sudah menikah atau belum.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan datang ke salon. Tentu saja itu tidak salah, selagi itu dilakukan secara tidak berlebihan dan tidak bertentangan dengan syariat agama Islam.

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang perempuan muslimah sebelum memutuskan pergi ke salon?

1. Izin dari Suami Bagi yang Sudah Menikah

Seorang istri wajib meminta izin kepada suami ketika akan keluar rumah, termasuk ketika akan pergi ke salon.

Terdengar sepele, namun hal ini penting dilakukan. Dalam Islam, ke manapun seorang istri pergi, dengan maksud dan tujuan apa pun, harus disertai izin suami.

2. Tidak Berniat untuk Pamer

Sifat alami manusia terkadang ingin dipuji dan disanjung. Maka dari itu, penting bagi seorang muslimah memutuskan pergi ke salon agar tidak hanya menampilkan kecantikan secara fisik, tapi juga diiringi dengan kecantikan dari hati.

Niatkan perawatan perempuan pergi ke salon untuk menjaga penampilan dan menyenangkan suami bagi yang sudah menikah. Bukan untuk pamer kepada teman apalagi lawan jenis.

3. Memilih Salon Khusus Perempuan

“Dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Dari ayat di atas sudah sangat jelas jika hendak ke salon, maka pilihlah salon khusus perempuan muslimah. Artinya karyawan dan pekerjanya tidak ada yang lawan jenis.

Sisterfillah, di zaman sekarang ini sudah banyak salon khusus perempuan dan dikelola oleh perempuan muslim. Jadi, tidak ada alasan untuk memilih salon yang bercampur baur antara perempuan dan laki-laki.

4. Tidak Melalaikan Kewajiban

Tidak ada larangan perempuan muslimah pergi ke salon. Akan tetapi sangat disarankan tidak melupakan kewajiban.

Kewajiban di sini adalah sholat dan tanggung jawab sebagai seorang ibu.

Terkadang, banyaknya rangkaian perawatan yang dilakukan membuat waktu yang dihabiskan di salon cukup lama, sehingga lalai dalam melaksanakan sholat lima waktu dan meninggalkan anak dalam waktu yang cukup lama.

Sebelum ke salon, sebaiknya perkirakan berapa lama waktu yang dihabiskan atau terlebih dahulu membuat janji dan berkonsultasi kepada pemilik salon.

5. Tidak Melakukan Hal yang Bertentangan dengan Syariat dan Agama Islam

Jika ke salon untuk melakukan perawatan, seperti memotong rambut, spa, menicure dan pedicure, tentu tidak masalah.

Yang menjadi masalah ketika ke salon melakukan hal yang bertentangan dengan agama, seperti mencukur dan mencabut alis, mewarnai rambut dengan warna hitam, menyambung rambut (hair extention), serta men-tatto diri (termasuk sulam alis).

Lakukanlah perawatan sewajarnya, tidak berlebihan, dan yang terpenting tidak bertentangan dengan syariat dan agama Islam.

6. Memperhatikan Kehalalan Produk Perawatan yang Digunakan

Berbicara tentang kehalalan, tidak hanya membahas tentang apa yang dimakan, tapi juga apa yang digunakan dan dikenakan. Termasuk produk perawatan dan kecantikan yang kita gunakan di salon dan dalam kehidupan sehari-hari.

Produk tersebut akan diserap kulit dan mengalir di pembuluh darah. Sisterfillah harus cerdas ya. Apalagi  di zaman sekarang ini sudah banyak pilihan produk yang sudah ada label halalnya.

Jadi sudah sangat wajar, bahkan bukan hal tabu ketika perempuan muslimah memutuskan perawatan ke salon. Akan tetapi memperhatikan betul produk salon sudah bersertifikat halal atau belum.

Sisterfillah, ke salon atau menjaga penampilan dan mempercantik diri tidak salah, asal dilakukan dengan benar. Selain itu, tidak hanya menjaga kecantikan fisik semata, tapi juga menjaga kecantikan hati dan batin kita.

6 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like