Menilik Bukti Kebesaran Allah dari Seekor Kucing

Apa kabar Sisterfillah?

Kalian suka kucing? Sebagian orang (terutama anak kecil) suka sekali bermain bersama kucing dan tidak takut menyentuh hewan berbulu itu. Tapi ada sebagian yang lain merasa tidak nyaman untuk berdekatan dengan kucing. Seperti ada rasa geli dan takut yang bercampur menjadi satu saat berdekatan dengan kucing.

Tak suka kucing, bukan berarti tak sayang kan? Walau bagaimanapun mereka tetap makhluk Allah yang tidak boleh diperlakukan semena-mena. Islam mengajarkan kasih sayang dengan semua makhluk.

”Seorang perempuan masuk neraka karena seekor kucing yang diikatnya.

Perempuan itu tidak memberikannya makan dan tidak pula melepaskannya agar dapat memakan binatang-binatang bumi”. (HR Bukhari no. 3140; Muslim no. 2242)

Jika ingin memelihara binatang, jangan sampai kita zalim terhadapnya. Karena merawat itu sama dengan memperhatikan kebutuhannya. Bagaimana makannya, membersihkannya, mengobatinya saat sakit, dan lain sebagainya.

Memelihara kucing dan hewan peliharaan lainnya juga menjadi salah satu jalan sedekah lho, Sisterfillah.

Dalam sebuah hadist diriwayatkan,

“Pada setiap sedekah terhadap makhluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan mendapatkan pahala kebaikan. Seorang musllim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, agar Sisterfillah semakin bersemangat untuk memelihara kucing, berikut adalah tiga hal tentang kucing yang akan membuat kita takjub.

Kucing pun Punya Naluri Keibuan

kucing islam

Saat menyusui anaknya, ibu kucing akan rebahan dan matanya merem melek. Dia membiarkan anak-anaknya menyusu hingga selesai dan sesekali memeluknya. Ibu kucing sehari-hari lebih banyak berkeliaran di dekat anak-anaknya. Kalaupun dia ingin ‘refresing’, biasanya tak lama. Hanya sebentar dan segera balik lagi.

Sesekali dia menggendong anaknya bergantian, dengan menggigit badan mereka. Mencari tempat yang nyaman seorang diri. Mungkin dia ingin memberikan kehangatan yang lain buat anak-anaknya. Masya Allah. Saat anaknya diambil, ibu kucing akan berusaha merebutnya. Dia seakan tak rela anaknya disakiti oleh siapa pun.

Ibu kucing Sangat Mandiri

Dibandingkan dengan manusia, kucing betina itu sangat mandiri. Dia hamil dengan perut besar. Pasti ada yang menghamilinya, bukan? Namun, dengan perut besar dia menghidupi dirinya sendiri. Saat anak-anaknya lahir pun dia harus merawatnya seorang diri, hingga anak kucing itu dewasa. Luar biasa!

Mencari tempat melahirkan pun seorang diri. Membersihkan anak-anaknya dari darah. Membersihkan anak-anaknya saat buang air kecil atau pup dengan cara menjilatinya. Tanpa bantuan kucing jantan yang membuahinya.

Anak-anak Kucing pun Melalui Proses Belajar

Sebagaimana halnya dengan anak manusia yang melalui berbagai tahapan untuk menjadi sosok yang ‘sempurna’, bayi kucing pun demikian. Saat baru lahir, anak-anak kucing itu belum bisa jalan. Kegiatan sehari-harinya lebih banyak tidur dan menyusu induknya. Sama seperti bayi manusia kan. Mungkin pelan-pelan mereka akan bisa jalan sendiri setelah kakinya kuat menapak.

Masya Allah Tabarakallah.

Kucing memang binatang yang sangat menggemaskan ya.

Jadi kalau ada kucing yang mendekat atau bahkan mungkin saat ini Sisterfillah sedang berencana memelihara kucing, maka sayangilah dengan setulus hati.

Di dalam sebuah hadits yang sudah diriwayatkan oleh Musli, Rasulullah SAW bersabda :

“Orang yang penyayang maka juga akan disayangi oleh Allah.

Sayangilah makhluk Allah yang ada di muka bumi, maka niscaya juga akan disayangi penghuni langit.”

Sisterfillah, sungguh Allah Mahasempurna dalam menciptakan dan mengatur makhluk-makhluk-Nya.

 

* Artikel ini merupakan kiriman pembaca sisterfillah.com. 
Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab pengirim. (AM2)
4 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like