Tips Menanamkan Konsep Qana’ah Pada Anak

Assalamu’alaikum, Sisterfillah.

Sudah pernah mendengar kata Qana’ah?

Dalam kehidupan sehari-hari, Islam telah mengajarkan pada kita untuk hidup qana’ah. Yaitu sikap merasa cukup dengan rezeki yang sudah Allah berikan. Tidak berlebih-lebihan dalam membelanjakan uang, tidak berlebihan dalam hal makan dan minum, serta tidak suka berutang.

“Sesungguhnya beruntung orang yang berislam, memperoleh kecukupan rezeki dan dianugerahi sifat qana’ah atas segala pemberian.” (HR. Tirmidzi Hasan)

Sikap qanaa’ah ini memang harus ditanamkan sedini mungkin. Karena pembentukan mental dan karakter seseorang itu tidak bisa instan, tapi melalui proses yang panjang. Biasanya baru akan tampak di usia dewasanya nanti.

Mereka yang sudah terbiasa dengan sikap qana’ah sedari kecil akan menjadi pribadi yang baik, kreatif, serta mandiri. Tidak suka bergantung pada orang lain dan tidak mudah mengeluh.Maka dari itu, peran orang tua sangat penting karena orang tua adalah panutan bagi anak-anaknya.

Nah, sebagai orang tua yang bijak, apa saja yang harus dilakukan agar anak dapat memiliki sikap Qana’ah dalam hidup ini?

1. Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Tapi untuk kebutuhan dasar sebisa mungkin harus tercukupi. Pangan, sandang, papan dan iman. Dalam keseharian, kita harus bisa membedakan mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan belaka. Dengan memenuhi kebutuhannya dengan baik, insya Allah mereka akan terbiasa untuk merasa cukup, tak akan berpikir untuk pinjam atau minta kepada orang lain.

2. Pelajari dan tanamkan konsep Qana’ah dan Syukur dalam keseharian
Qana’ah itu artinya merasa cukup dengan apa yang sudah ada. Sedangkan ‘syukur’ adalah rasa terima kasih kepada Allah atas segala karunia-Nya. Orang yang mempunyai jiwa qana’ah dan selalu bersyukur tidak akan pernah selalu merasa kurang dalam hidupnya. Sehingga ia tak ingin memiliki apa yang sekiranya tak mampu dijangkaunya.

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah Engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu kan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Bukhari Muslim)

3. Menyadari bahwa untuk mencapai keinginan atau mendapatkan sesuatu harus dilakukan dengan usaha

Contohnya, Jika ingin memiliki sesuatu yang melebihi batas keuangan, mulailah dengan berhemat dan menabung. Kegiatan menabung akan membuat anak menyadari bahwa segala sesuatu butuh proses, tak ada yang instan. Sehingga apabila mereka ingin sesuatu yang belum mampu dibelinya, ia pun rela mengencangkan ikat pinggang dan berhemat, atau menyisihkan sebagian uang jajannya.

4. Menggunakan uang dengan bijak

Kebutuhan dan keinginan adalah sesuatu yang berbeda. Kebutuhan adalah sesuatu yang memang harus dimiliki dan mendesak. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang bila tidak dilakukan tidak akan berakibat apa-apa. Nah, ajarkan anak untuk bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginannya sehingga bijak dalam menggunakan uangnya.

Baca Juga Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak Muslim Masa Kini

5. Hindari berutang sekecil apapun

Bila telah terlanjur memiliki utang segera ajak untuk melunasinya. Berilah semangat kepada ananda untuk segera melunasinya, bagaimanapun caranya yang penting halal. Untuk itu, selalu beri motivasi anak untuk selalu merasa cukup dan ikhlas dengan yang dimilikinya. Tidak sedikit-sedikit pinjam kepada orang lain.

6. Memberi lebih baik dari pada menerima

Tanamkan sedari kecil kebiasaan berbagi dan bersedekah untuk mengasah empati anak. Sehingga ia akan selalu diliputi rasa syukur yang besar dalam hidupnya.

“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta. ( HR. Muslim No. 1033)

Baca Juga Kisah Inspiratif Penuh Makna

Sisterfillah, itulah 6 hal penting yang bisa dilakukan orang tua agar anak dapat memiliki sikap Qana’ah sedari kecil. Tentu saja hal ini juga bisa dipraktekkan untuk orang dewasa juga, loh. Dan contoh nyata dari orang tua sangat penting dalam membentuk karakter positif anak.

Semoga anak-anak kita menjadi generasi muslim yang salih dan salihah serta bermanfaat bagi orang lain.

Aamiin

* Artikel ini merupakan kiriman pembaca sisterfillah.com. 
Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab pengirim. (AM1)
3 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like