5 Hal Penting Diketahui Untuk Menggapai Sholat Khusuk

Cara sholat Khusuk

Assalamu’alaikum Sisterfillah

Jika mendengar kata ‘sholat’, apa yang pertama kali terlintas dipikiran kalian? Apakah langsung teringat tentang sebuah kewajiban? Tentang ibadah wajib sholat 5 waktu? Atau mungkin teringat tentang rukun Islam?

Tenang, tidak ada yang salah dengan apa yang kita pikirkan seperti di atas. Tapi, apakah pernah terlintas tentang bagaimana cara ‘menikmati sholat’?

Sisterfillah, kedudukan sholat bagi umat Islam diibaratkan sebagai tiang dari agama. Maka sebagai umat Islam tidak seharusnya melaksanakan sholat hanya untuk menggugurkan kewajiban dan asal-asalan saja. Mengerjakan sholat hendaknya harus dengan ikhlas dan khusuk, serta benar-benar fokus dan meluangkan waktu untuk mendirikan sholat. Dengan demikian, sedikit demi sedikit akan merasakan nikmatnya sholat menghadap Sang Pemilik Hidup.

Dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minuun ayat 1 dan 2, Allah berfirman:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusuuk dalam sholatnya.”

Bagaimana caranya agar sholat yang dikerjakan bisa khusuk dan kita dapat  menikmati setiap gerakannya?

  1. Menghadirkan Allah dalam kalbu

Sisterfillah, tidak hanya raga yang harus disiapkan saat hendak melaksanakan sholat. Hal utama yang harus dilakukan adalah menghadirkan Allah dalam kalbu.

Memposisikan diri dengan sebaik-baiknya dan merasakan betapa lemah dan tidak berdayanya kita tanpa kasih sayang dari Allah.

Maka saat akan mengerjakan sholat ada baiknya melupakan kesibukan duniawi, seperti urusan pekerjaan apalagi takut ketinggalan sinetron yang sedang ditonton.

Tanamkan dalam hati perasaan rugi dan sia-sia jika melaksanakan sholat hanya untuk menggugurkan kewajiban dan rutinitas belaka.

2. Sholat diawal waktu

Sebaik-baiknya sholat adalah sholat yang dikerjakan diawal waktu.

Bahkan, bagi kaum laki-laki, sebaiknya melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid.

Sisterfillah, dengan melakukan sholat diawal waktu secara psikologis akan merasa tenang karena tidak tergesa-gesa mengejar waktu sholat yang sudah mau habis.

Selain itu, ini menjadi bukti bahwa tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang lebih penting selain panggilan sholat dari Allah.

3. Memahami bacaan dan tujuan sholat

Jika ingin merasakan nikmatnya mengerjakan sholat, baik itu sholat wajib atau sholat sunah, hendaknya memahami arti bacaan sholat. Dengan begitu, kita bisa menghayati setiap ucapan dan pikiran akan lebih fokus.

Selain itu, harus mengerti tujuan dari mengerjakan sholat, sehingga setiap gerakan yang dilakukan penuh dengan penghayatan dan tidak tergesa-gesa.

Tidak hanya itu, dengan memahami tujuan dari sholat, setelah selesai melaksanakan sholat kita akan meluangkan waktu untuk bermunajat, berdoa, dan meminta ampunan kepada Allah.

4. Suci badan, pakaian, dan tempat

madinah

Poin ini menjadi sangat penting sebagai salah satu pendukung agar sholat yang dilaksanakan dapat dilakukan dengan khusuk. Syarat dari melaksanakan sholat adalah suci dari hadas besar dan hadas kecil, serta suci badan, pakaian, dan tempat.

Sisterfillah, bagaimana kita bisa khusuk melaksanakan sholat ketika hati was-was dengan kebersihan dan kesucian badan, pakaian, dan tempat yang kita gunakan?

Maka bila perlu, jika sedang melakukan perjalanan jauh bawalah pakaian dan alat sholat sendiri agar kesuciannya terjaga.

5. Anggaplah saat itu adalah sholat terakhir

sholat
Muslim people bowing down and praying

Masya Allah, tidak ada yang tahu kapan malaikat maut akan menjemput.

Mungkin, dengan menganggap sholat yang kita kerjakan adalah sholat terakhir, maka kita akan melaksanakannya dengan khusuk dan penuh perasaan. Seolah-olah merupakan ibadah terakhir yang kita lakukan dan persembahkan kepada Allah sebelum kita kembali kepada-Nya.

Selain itu, dengan menganggap sholat yang kita kerjakan adalah sholat terakhir, maka kita berusaha untuk meningkatkan kualitasnya menjadi sholat terbaik dalam hidup.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.”

[HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Nah, Sisterfillah

Jika selama ini sholat yang kita kerjakan masih jauh dari kata sempurna dan khusuk, ada baiknya mulai sekarang kita tidak hanya memperbaikinya, namun juga berupaya untuk meningkatkan kualitasnya. Siapa yang tidak ingin meraih indahnya amalan sholat?

Mari menikmati moment sholat sebagai bentuk komunikasi dengan Allah, Sang Pemilik Hati.

* Artikel ini merupakan kiriman pembaca sisterfillah.com. 
Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab pengirim. (NH1)
4 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Ketika Hijab Sekedar Tren

Sejak kemunculan Oki Setiana Dewi pada film Ketika Cinta Bertasbih di tahun 2009, fenomena hijab semakin booming. Peluang…