Tips Sukses Berbisnis Ala Utsman bin Affan

Hai, Sisterfillah

Di zaman sekarang, terutama para wanita sudah pasti banyak yang pernah mencoba untuk berbisnis. Apalagi bisnis era digital sangat mudah dan bisa dilakukan secara online hanya dengan mengandalkan media sosial.

Nah, berbicara soal bisnis dengan memanfaatkan media sosial, Sisterfillah  pasti penasaran bagaimana pebisnis online tersebut mendapatkan omset sampai puluhan, bahkan ratusan juta setiap bulannya, bukan? Akhirnya kita tertarik mengikuti jejak mereka.

Sayangnya, setelah Sisterfillah terjun berbisnis online langsung, kok sepertinya susah? Parahnya, kita tidak bisa mencapai penghasilan seperti teman-teman yang sudah sukses berbisnis online. Di sini kita berpikir,  Ada yang salah kah?

Kadang greget sama diri sendiri, ingin punya income pribadi agar bisa membantu keluarga tetapi belum berhasil juga. Padahal niat sudah mulia, namun kenapa Allah belum kasih?

Eits, jangan berprasangka buruk dulu apalagi sampai menyalahkan Allah, lebih baik instropeksi diri sendiri. Mungkin usaha kita yang belum maksimal. Mungkin sedekah kita yang masih sedikit. Atau mungkin juga doa kita yang masih asal-asalan. Daripada mengeluh terus, lebih baik segera cari solusinya yuk, Sisterfillah.

Nah kali ini, Sisterfillah mau berbagai tips sukses berbisnis ala sahabat Utsman bin Affan. Sudah tahu kan kalau beliau adalah salah satu sahabat nabi yang terkenal kaya raya dan dermawan?

Mari simak bagaimana beliau sukses berbisnis dan juga tetap bisa beribadah kepada Allah.

1. Terjun Langsung dalam Bisnisnya

Dalam menjalankan bisnisnya di awal, beliau tidak langsung mewakilkannya kepada orang lain atau istilah kita sekarang merekrut karyawan. Beliau menangani bisnis sendiri dengan berjualan langsung. Karena menurutnya akan banyak kelebihan yang didapat dengan pengalaman jika terjun langsung. Berinteraksi dengan banyak pembeli juga menjadikan kita akan lebih mengenal karakter banyak orang.

Begitu juga dengan menanganinya di awal, kita perlakukan diri sendiri sebagai karyawan. Jadi kelak kalau merekrut karyawan, kita akan lebih tahu bagaimana cara mempekerjakan dan mengontrol seorang karyawan. Tetap jujur dan amanah atau malah sebaliknya.

2. Mengembangkan Bisnisnya

Sahabat Utsman bin Affan menumbuh kembangkan bisnisnya, keuntungan yang beliau dapatkan dibagi menjadi 3 bagian :

  • 1/3 dinikmati hasilnya termasuk untuk kebutuhan pribadi dan biaya operasional bisnis.
  • 1/3 dijadikan untuk modal lagi sebagai perkembangan bisnis.
  • 1/3 lagi disedekahkan sehingga bisnisnya semakin berkah dan berlimpah.

Seperti sebuah kisah salah seorang sahabat yang memiliki sebuah kebun. Ketika kebun milik orang lain yang berada di sampingnya tidak dihujani, hanya kebun miliknya lah yang mendapatkan air hujan. Pada saat orang-orang bertanya kepadanya perihal apa yang menyebabkan hanya kebunnya saja yang mendapatkan hujan dari Allah. Sahabat tersebut pun menjawab bahwa 1/3 dari hasil panen kebunnya disedekahkan.

3. Tidak Meremehkan suatu Keuntungan

Sahabat Utsman bin Affan tidak pernah meremehkan keuntungan sekecil apa pun. Seperti yang disampaikan oleh sahabat Abdurrahman bin Auf, “Saya tidak menunggu keuntungan yang besar, keuntungan walaupun kecil itu tetaplah sebuah keuntungan, karena banyak di luar sana pedagang yang rugi dan tidak menikmati keuntungan dari berdagang meskipun hanya sedikit.”

Sebetulnya dalam berdagang, tidak ada larangan dalam mengambil berapapun jumlah keuntungan. Akan tetapi Allah merahmati seseorang yang lapang saat menjual dan seseorang yang lapang saat membeli.

Artinya, Allah merahmati penjual yang hanya mengambil sedikit keuntungan ketika menjual suatu barang kepada pembeli. Dengan begitu pembeli akan rida karena penjual ikhlas tidak mengambil keuntungan yang terlalu banyak.

Dan ini menjadi salah satu konsep dalam bermuamalah, yaitu sedikit mengambil keuntungan namun berkah, sehingga barang pun cepat terjual dengan perputaran yang cepat.

4. Tidak Membeli Barang yang Tua atau Stok Lama

Beliau selalu menjual barang dengan stok terbaru, bukan stok lama atau barang yang sudah lama, agar barang yang dijual selalu fresh dan pembeli pun menyukainya.

5. Menjadikan 1 Modal menjadi 2 Modal

Utsman bin Affan selalu membagi modalnya menjadi 2 bagian atau lebih. Semisal beliau memiliki uang 1000 dinar, tidak semuanya dijadikan modal dalam satu bisnis. Seringnya beliau memecah menjadi 2 bagian. Misal, 500 dinar untuk modal bisnis A dan 500 dinar lagi untuk modal bisnis B. Masing-masing memiliki risiko untung ruginya. Semisal bisnis A rugi, tidak terlalu menjadi masalah karena masih ada uang modal di bisnis B yang bisa berputar untuk mengembangkan bisnisnya yang lain.

Dalam praktik bisnis sekarang, misal uang 1 Milyar dibagi menjadi dua bagian, tidak semua digunakan untuk menanam saham hanya di satu perusahaan, 500 juta untuk menanam saham di bisnis A dan 500 juta lainnya untuk menanam saham di bisnis B.

Risikonya memang keuntungan yang didapatkan akan lebih kecil karena kita tidak menguasai seluruh saham. Namun jika salah satu mengalami kerugian, masih ada satu bisnis lagi yang berjalan dan memberikan keuntungan.

Tentunya semua praktik bisnis yang dilakukan sebelumnya sudah dengan akad dan landasan hati sesuai dengan syariat Allah, tidak melanggar hukum-hukum Allah, tidak mengandung unsur riba, judi, tipu-menipu, dan kita pribadi benar-benar sudah bertakwa kepada Allah.

Menarik sekali konsep berbisnis yang diajarkan oleh sahabat Utsman biin Affan, ya? Sisterfillah  bisa mencoba praktik resep sukses berbisnis ala sahabat Utsman biin Affan sekarang juga, lho.

Kuncinya, jangan pernah menyerah. Terus berikhtiar dan berdoa.

Tetap semangat, Sisterfillah.

 

*Artikel ini merupakan kiriman pembaca sisterfillah.com. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab pengirim. (MA1)

10 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like