4 Tipe Persahabatan Yang Harus Diketahui Sisterfillah_sahabatjannah

SisterfillahAdakah Persahabatan Muslimah yang dapat bersama ke Jannah Meski Tak Sedarah ?

Siapa yang tidak mau memiliki ikatan persahabatan hingga Jannah seperti ini? Semua muslimah tentunya sangat menginginkannya. Tak ada yang mampu hidup sendiri di dunia ini. Bahkan saat telah habis nafas ini, kita tetap memerlukan sahabat yang akan terus mendoakan dan memohonkan ampunan untuk kita. Meski raga telah tertutup tanah dan alam telah berbeda.

Di jaman seperti ini, masih adakah teman yang betul-betul tulus dan bisa menjadi sahabat hingga ke jannah?

“Sesungguhnya diseputar ‘Arasy ada mimbar-mimbar dari cahaya, di atasnya ada orang-orang yang pakaiannya adalah cahaya, wajah mereka adalah cahaya, mereka bukan para nabi dan bukan pula para syuhada”. Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, jelaskanlah kepada kami tentang mereka.” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, dan bersahabat karena Allah dan saling mengunjungi karena Allah”

(Diriwayatkan oleh an-Nasa’I, hadits shahih)

Masya Allah Tabarakallah.

Ternyata sahabat jannah itu ada.

SISTERFILLAH : ikatan persaudaraan yang tulus mencintai karena Allah meski tak sedarah.

Hanya saja mungkin kita tak menyadarinya.  Padahal selama ini tentu telah banyak sahabat yang hadir mengisi hari-hari.

Secara umum, ada 4 tipe sahabat di sekitar kita yang harus sisterfillah ketahui keberadaannya.

Yaitu :

  1. Sahabat laksana makanan

Persahabatan muslimah akan hadir laksana makanan. Yaitu sahabat yang membawa ilmu, memberi ketenangan dan pandai menjaga rahasia.

  1. Sahabat laksana obat

Sahabat shaleha juga hadir laksana obat. Ada di saat suka maupun duka. Senantiasa jujur mengingatkan bukan yang selalu membenarkan. Tulus mendoakan dan menularkan kebaikan.

  1. Sahabat laksana penyakit

Sahabat juga bisa datang bak penyakit. Membawa pengaruh buruk dalam hidup kita terutama pada iman islam.

  1. Sahabat laksana racun

Sahabat seperti ini tentunya sangat dihindari. Racun seringkali tak nampak oleh mata. Untuk itu kita harus waspada dengan sahabat yang bisa saja awal mulanya baik , tapi memiliki maksud dan tujuan buruk.

Sisterfillah tentu tak menginginkan sahabat yang hadir laksana penyakit maupun laksana racun dalam hidup kan? Jangan pernah lupa untuk selalu mintalah pertolongan kepada Allah agar didekatkan dengan sahabat yang shaleha, sahabat menuju jannah.

Jika sahabat shaleha telah didapat, maka peganglah ia erat-erat. Bila terjadi selisih atau harus menasihati, perhatikan adab memberi nasihat yang baik. Yaitu luruskan niat, tidak di depan khalayak ramai (baik online maupun offline, baik berupa ucapan, gambar maupun tulisan), memilih kata-kata yang baik dan kembalikan hasilnya kepada sang pemilik hati. Allah Swt.

Jangan sampai sakiti hatinya dan putus tali persaudaraan. Hendaknya masing-masing menjadi penolong bagi satu sama lain, karena persahabatan ini akan saling memberi syafa’at di akherat.

Ahabbakalladzi ahbabtani lahu

 Semoga Allah mencintaimu yang telah mencintaiku karena Nya

follow instagram @sisterfillah_sahabatjannah
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like