Ini 7 Cara Meraih Keistimewaan 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadan  

sisterfillah
sisterfillah

Betapa banyak orang yang berpuasa, dan bagian dari puasanya (yang ia dapat hanya) lapar dan dahaga (HR.Ahmad).

Semua umat muslim yang menjalankan ibadah puasa tentunya berharap ibadah puasanya diterima Allah, jangan sampai menjadi sia-sia. Apalagi puasa di bulan Ramadan. Bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Di artikel sebelumnya sisterfillah sudah mengetahui  tentang Ada Apa di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan?

Nah, sekarang saatnya sisterfillah mengetahui :

Cara Meraih Keistimewaan di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan.

Simak bersama yuk!

1. Innama a’malu binniyat

“Sesungguhnya seluruh amal perbuatan itu bergantung pada niatnya”

 (HR al-Bukhari)

Berapa banyak amalan yang sedikit bisa menjadi besar karena niat, dan berapa banyak amalan yang besar bisa bernilai kecil.

Maka bersungguh-sungguhlah dalam berniat, dari hati yang paling dalam dan hanya karena Allah semata.

Bukan karena ingin riya’ , ingin “dilihat” orang, ingin terkenal baru melakukan hal-hal yang baik, melainkan hanya untuk Allah.

2. Qiyamul Lail

Hidupkan malam-malam akhir Ramadan dengan perbanyak ibadah atau shalat sunnah (Qiyamul Lail).

Shalat malam sangat dianjurkan dalam Islam. Dan malam-malam di bulan Ramadan adalah malam penuh keberkahan. Terutama di 10 hari terakhirnya.

“Barang siapa yang melakukan qiyamul lail pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap ganjaran Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni”

(Muttafaq ‘alaih; al-Bukhari, no.37; Muslim, no 760).

Maka usahakan sepenuh hati untuk bisa mengisi 10 malam terakhir bulan Ramadan dengan Qiyamul Lail ini. Jangan lupa untuk membangunkan pasangan, anak-anak dan keluarga untuk beribadah malam seperti yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

Agar ibadah malam dapat dilakukan secara maksimal, usahakan jangan terlalu capek pada siang harinya.

“Mintalah bantuan dengan makan sahur untuk bisa menunaikan puasa di siang hari, dan dengan qailulah untuk bisa mengerjakan shalat malam (tahajud).” (HR. Ibnu Majah)

Qailulah adalah tidur siang walau hanya 15 – 30 menit.

3. Membaca al-Qur’an al- Karim

Rasulullah SAW memperbanyak bacaan al-Qur’an al Karim pada bulan Ramadan dan malaikat Jibril membacakan al-Qur’an pada beliau pada bulan Ramadan.

(Riwayat al-Bukhari)

“Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabb, aku menahnnya dari makan dan minum pada siang hari. Dan al-Qur’an berkata, ‘ Wahai Rabb, aku menahannya dari tidur pada malam hari, maka izinkan kami memberikan syafaat kepadanya” (Diriwayatkan oleh Ahmad, no.6589 dan an-Nasa’i)

Ramadan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an. Maka sudah sepantasnya kita mengisi Ramadan dengan al-Qur’an. Mari kita berlomba-lomba untuk melakukan amalan terbaik dengan al-Qur’an. Manfaatkan waktu yang tersisa di Ramadan ini atau kita akan menyesal jika nanti Ramadan usai. Hapus semua alasan yang melintas di hati, kuatkan iman, raih nikmat Ramadan dan nikmat al-Qur’an. Insya Allah semua urusan kita akan dipermudah oleh Allah.

4. Perbanyak Sedekah

Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan di muka bumi ini. Dan di bulan Ramadan, beliau meningkatkan kebaikan tersebut di bulan Ramadan, di mana malaikat Jibril mendatanginya. ( Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no.6)

Terlebih bagi seorang muslimah. Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri ra : Bahwasannya ketika Nabi Muhammad SAW berjalan menuju ke tempat shalat pada hari Raya, beliau lewat di hadapan wanita, seraya bersabda

“Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah! Karena aku diperlihatkan bahwa kalian menjadi penghuni neraka yang paling banyak.” ( HR Bukhari 304 )

5. Perbaiki Kualitas Puasa

Mungkin ada sisterfillah yang belum mengetahui mengenai syarat sah puasa, rukun  dan adab-adab berpuasa?

Syarat sah puasa bagi wanita
  • Suci dari haid dan nifas
  • Berniat puasa hanya karena Allah
Rukun puasa

Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Hal yang dapat membatalkan puasa, antara lain:

  • Makan dan minum dengan sengaja
  • Muntah dengan sengaja
  • Haid dan nifas
  • Keluar air mani dengan sengaja
  • Niat membatalkan puasa
  • Berjima’ (bersetubuh)
  • Keluar dari Islam ( murtad)
Adab-adab puasa
  • Mengakhirkan sahur
  • Mensegerakan berbuka dan berdoa ketika berbuka
  • Berbuka dengan ruthab ( kurma basah ) jika ada, atau air.
  • Menahan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia dan dusta (puasa mata, mulut dan telinga)
  • Dermawan
  • Dekat dengan al-Qur’an

Disamping itu kita juga tidak boleh memutus silaturahim, baik dengan keluarga, sanak-saudara, kerabat maupun tetangga.

6. I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk melakukan ibadah-ibadah sebagai upaya totalitas mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dan sebagai upaya agar keutamaan Lailatul Qadar tidak terlewatkan.

Di 10 hari terakhir Ramadan, keutamaan I’tikaf semakin bertambah. Seperti diriwayatkan Bukhari-Muslim, dari Aisyah RA “ Bahwasannya Nabi Muhammad SAW senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, hingga Allah SWT mewafatkan beliau.”

Aisyah RA pernah meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk beri’tikaf, dan ternyata beliau mengabulkannya.

7. Umroh

Rasulullah SAW bersabda,

“Umroh pada bulan Ramadan sama dengan haji bersamaku”

(Muttafaq ‘alaih; al-Bukhari, no. 186;Muslim, no.1256)

Jika memang memungkinkan untuk menjalankan ibadah umroh, maka melakukan umroh di bulan Ramadan memiliki keutamaan.

Namun di masa pandemi yang saat ini sedang melanda seluruh dunia dengan wabah virus Corona, kegiatan i’tikaf dan umroh di bulan Ramadan belum bisa berjalan seperti biasanya.

Meski demikan, sisterfillah harus tetap semangat Menghidupkan 10 Malam Terakhir pada bulan Ramadan kali ini dari rumah masing-masing.

Semoga Allah Swt tetap mencatat niat dan ikhtiar kita sebagai pemberat timbangan amal pahala kita kelak di yaumul hisab. Aamiin.

 

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like