Ada Apa di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan?

sisterfillah

Rahasia 10 Hari Terakhir Ramadan

Dari Aisyah RA,

“Bila masuk sepuluh (hari terakhir bulan Ramadan) Rasulullah SAW mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR Imam al-Bukhari)

Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu. Tak terasa Ramadan kali ini akan memasuki 10 hari terakhirnya. Ada apa sebenarnya di 10 hari terakhir Ramadan ini hingga Rasulullah SAW dan para sahabat semakin giat dalam melakukan amal saleh?

10 hari terakhir di bulan Ramadan sangatlah istimewa. Ada hadiah besar yang telah dijanjikan Allah kepada umat manusia. Salah satu keistimewaan 10 hari terakhir bulan Ramadan adalah turunnya Lailatul Qadar. Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Malam yang akan dipenuhi dengan keberkahan dengan banyaknya malaikat turun dan membawa semua perkara yang merupakan takdir dan ketentuan Allah Swt.

“Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar”

(QS al-Qadr :5)

Tidak semua umat muslim mendapatkan kemuliaan di malam pilihan Allah ini. Bayangkan, 1000 bulan itu hampir 83 tahun 4 bulan! Umur kita saja belum tentu sampai di angka tersebut. Maka, hanya bagi mereka yang mampu menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh ikhlas dan takwalah yang menjadi pilihan Allah untuk mendapatkannya.

Amalan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam menghidupkan malam-malam 10 hari terakhir Ramadhan adalah dengan mendirikan shalat-shalat sunnah, berdzikir, membaca Al Quran dan beriktikaf di masjid. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

”Barang siapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu ( HR al-Bukhari dan Muslim).

Beliau juga membangunkan keluarga dan anak-anaknya. Seperti dikisahkan saat Rasulullah SAW mengetuk (pintu) Fathimah dan Ali RA pada suatu malam, seraya berkata, “Tidakkah kalian bangun lalu mendirikan shalat?” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat bersungguh-sungguh dalam membangunkan anggota keluarganya, agar jangan sampai malam Lailatul Qadar yang dijanjikan Allah terlewat begitu saja.

Tak ada yang dapat mengetahui kapan datangnya Lailatul Qadar. Semua adalah rahasia Allah. Hanya ada sedikit petunjuk, diantaranya melalui hadits riwayat berikut ini:

“Carilah Lailatul Qadar (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR al-Bukhari).

Itu sebabnya 10 hari terakhir bulan Ramadan menjadi sangat istimewa. Karena ada hari yang kita tunggu-tunggu kedatangannya. Hari yang akan memberikan ampunan atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Dan hari dikabulkannya doa-doa. Maka berlomba-lombalah untuk mendapatkannya.

Selain Lailatul Qadar, 10 hari terakhir bulan Ramadan dimaknai pula sebagai saat-saat penentu akan seluruh amal ibadah kita di bulan suci ini.

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.”

(HR. Bukhari , no. 6607)

Jadi sangat disayangkan jika kita lengah pada penutup ini. Sudah seharusnya kita sebagai umat  muslim mengikuti apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Fokus dalam beribadah dan lebih dekat kepada Allah Swt untuk mendapatkan ridha Allah.

Ini 7 Cara Meraih Keistimewaan 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadan

Semoga amal ibadah puasa kita di bulan Ramadan ini diterima Allah Swt.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Ketika Hijab Sekedar Tren

Sejak kemunculan Oki Setiana Dewi pada film Ketika Cinta Bertasbih di tahun 2009, fenomena hijab semakin booming. Peluang…